Faham komunis mulai disebarkan di Indonesia oleh H. J. F. M. Sneevliet, anggota Sociaal Democratische Arbeiderspartij, pada masa sebelum Perang Dunia I. Setibanya di Hindia Belanda, ia bekerja sebagai staf redaksi
Soerabajasch Handelsblad. Pada tahun 1913, ia pindah ke Semarang menjadi Sekretaris Semarangse Handelsvereniging. Setahun kemudian, tepatnya 9 Mei 1914, bersama-sama dengan J. A. Brandsteder, H. W. Dekker, dan P. Bergsma, Sneevliet berhasil mendirikan Indische Sociaal-Democratische Vereniging (ISDV). Dalam upayanya untuk menyebarluaskan faham sosialis/komunis, ISDV berusaha untuk membangun jaringan kerja sama dengan organisasi lain yang memiliki anggota cukup banyak.
Pada awalnya, ISDV bekerja sama dengan Insulinde yang pada tahun 1917 memiliki anggota sebanyak 6.000 orang. Akan tetapi, kerja sama ini hanya bertahan satu tahun, karena ISDV tidak berhasil mewujudkan tujuannya. Oleh
karena itu, “kerja sama” pun dialihkan ke Sarekat Islam (SI). Taktik yang dipergunakan oleh Sneevliet untuk bisa bekerja sama dengan SI adalah infiltrasi yang dikenal dengan nama “blok dari dalam”. Dalam infiltrasi ini, anggota ISDV
dijadikan anggota SI dan anggota SI dijadikan anggota ISDV. Taktik ini jauh lebih berhasil dibandingkan kerja sama dengan Insulinde, terbukti hanya dalam satu tahun, Sneevliet berhasil menanamkan pengaruhnya yang kuat di tubuh SI. Bahkan tokoh muda SI, yakni Alimin dan Darsono menjadi pemimpin ISDV.
Untuk lebih jelasnyasilahkan download PDF nya : PKI-1926-di-Lebak

Posted in
Tags:




